Seorang interpreter Indonesia-Jepang bernama Muhammad Surya menulis sebuah artikel yang sempat menyedot perhatian sejumlah aktifis hukum di Jepang dan dibahas di situs pengacara di Jepang https://www.bengo4.com/kokusai/n_6900/

Surya mengeluhkan perlakuan yang diterima anak perempuannya yang ditolak arubaito di semua tempat dengan alasan karena menggunakan jilbab.

Situs tersebut kemudian berusaha mencari nara sumber seorang pengacara wanita Jepang yang muslimah bernama Hayashi Junko.

Pada dasarnya, perlakuan diskriminatif atas seseorang karena kondisi fisik, asal daerah, agama/kepercayaan,dll adalah hal yang sangat dilarang di Jepang dan merupakan suatu hal yang melanggar hukum sesuai dengan International Human Rights B Terms. Namun Junko mengingatkan bahwa untuk bisa mendefinisikan perlakuan tersebut sebagai diskriminatif, harus bisa dibuktikan secara jelas bahwa ybs ditolak karena jilbab yg dikenakan atau karena agama yang dianut.

Last update on November 13, 04:17:53 by Kurniawan.