| Atau login dengan akaun : |
Sekitar seminggu yang lalu manager personalia memanggil saya ikut bergabung di meja tempat dua orang dari divisi Tata Usaha & Urusan Umum duduk memegang beberapa lembar berkas. Mereka kemudian menyodorkan daftar jabatan di perusahaan kami, Mandom Corporation. saya melihat sekilas lalu mengikuti penjelasan yang dibawakan oleh manager bernama Mr.Ohata itu. pada prinsipnya mereka meminta saya untuk memperbaiki terjemahan jabatan2 dalam bahasa Inggris yang sudah puluhan tahun dipakai. Secara sekilas ketika saya membaca memang ada beberapa nama jabatan yang tampaknya dicomot begitu saja dari kamus tanpa tela’ah lebih mendalam.
Awalnya saya mengira pekerjaan itu tidak akan menyita waktu karena proses mutasi pegawai yang sedang saya kerjakan bersama asisten manager di personalia harus selesai sebelum akhir bulan 1 sementara sistem yang saya buat dan data yang masuk dari board of directors masih belum selesai 100%. ternyata setelah mencoba menela’ah lebih lanjut, task yang satu ini berpotensi mengundang kekisruhan dan ketidakpuasan di kalangan pegawai jika kata2 yg kami pakai tidak tepat untuk menggambarkan jabatan dan posisi pegawai ybs.
Untuk mencari padanan kata yang tepat dalam bahasa Inggris inilah akhirnya saya jadi belajar banyak tentang struktur perusahaan Jepang, terutama perusahaan kami. setelah berguru ke manager personalia Mr.Yamada dan general manager departemen bisnis internasional, Mr. Yamashita, akhirnya saya jadi mengerti cukup banyak tentang perihal ini. Mr.Yamashita yang sudah belasan tahun melanglang buana di dunia bisnis internasional termasuk beberapa tahun menjadi CEO di Mandom Indonesia memberikan penjelasan yang mudah dimengerti dan diikuti walaupun ...
baca selengkapnya di blog saya
Setelah bergumul dengan coding2 beberapa hari terakhir akhirnya anaknegeri.com dalam versi baru sudah agak terbentuk. Versi terbaru kali ini sudah dilengkapi dengan hampir semua fitur yang dibutuhkan untuk membuat sebuah komunitas online.
Ada forum, blog, video, grup, kegiatan, jepretan, polling, kuis, bahkan iklan gratis yang bisa digunakan oleh semua anggota (kecuali yg diblokir oleh admin).
Mudah2an bisa membawa lebih banyak manfaat lagi untuk anak-anak negeri Indonesia.
Selamat bergabung di komunitas ini.
Stage photography....photo panggung...
Sebuah kata yang bila didengar serasa enak dan menyenangkan. Artis-artis cantik, ganteng dan keren terbayang dipelupuk mata, jari telunjuk serasa gatel ingin mencet shutter. Mata kiri terpejam, mata kanan terbelalak lebar dan tajam penuh konsentrasi menanti momen yang datang hanya dalam hitungan detik dan jeprettttt....
Uh...fuih... sedih kala hasil jepretan tidak sesuai dengan keinginan.
Kejelian membaca lighting dan momen harus kuperhatikan dengan penuh konsentrasi.
Lewat sedetik aja momen dan timing bagus akan melesat dengan pesat.
Trik eksposure harus dipelajari dengan baik. Karena dalam dunia photo panggung lighting sering kali menipu eksposure kamera. Flash emang dapat mengatasi masalah lighting dan membekukan objek, tapi flash justru akan merusak indahnya lighting panggung.
Jika flash dipake, maka jangan harap kamu bisa ngedapetin indahnya lighting panggung. pancaran ROL dari lighting panggung tidak akan pernah bisa didapet kalau flash dipake. Bisa kukatakan bahwa "Flash" adalah pantangan.
Flash juga bisa membuat artis terganggu. Tidak menutup kemungkinan fotografer yang lain juga akan merasa terganggu.
Dalam hal ini aku percaya sama Canon, dengan berbagai pertimbangan, karena saat kamera dipake pada ISO 1600 sekalipun, noise masih sedikit, gambar yang dihasilkan masih bisa tajem. he..he..![]()
Motret didalam ruangan dan ruang gelap cenderung speed yang didapet akan lambat. Solusi untuk meningkatkan speed adalah dengan cara menaikkan ISO dan kalau punya lensa dengan bukaan lebar tentu akan sangat membantu. Karena semakin lebar bukaan lensa, maka speed juga akan semakin bertambah cepat.
Tapi apakah bukaan lebar itu selalu diperlukan dalam foto panggung?
Jawabannya adalah "TIDAK" karena nggak selamanya kita hanya motret artisnya secara Close Up, ada kalanya juga diperlukan untuk bisa menampilkan komposisi yang lebih dinamis dan ekspresif dengan menampilkan artis dan ekspresi penonton.
Hati-hati juga dengan bukaan lebar, karena kalau tangan tidak bisa tenang ataupun saat Objek bergerak nggak konstan maka FOCUS akan sering meleset. Bisa-bisa pingin focusnya dimuka, eh malah lari kebadan...
.
Oleh karena itu aku pilih CANON sebagai body kamera yang kusuka.
HIDUP CANON....!!!!!! 
