BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR

BAB 1

Percaya Anda dapat Berhasil, maka Anda pun Akan benar-benar Berhasil

Keberhasilan berarti banyak hal yang mengagumkan dan positif. Keberhasilan berarti kesejahteraan pribadi: rumah yang bagus, liburan, perjalanan, pengalaman baru, jaminan keuangan untuk anak dan istri. Keberhasilan berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan, disegani oleh rekan bisnis, dan populer di kalangan teman. Keberhasilan terutama berarti kebebasan: kebebasan dari kekhawatiran, ketakutan, frustrasi, dan kegagalan. Keberhasilan berarti rasa hormat kepada diri sendiri, terus menerus mendapatkan kebahagiaan yang lebih riil dan kepuasan dari hidup ini, mampu mengerjakan lebih banyak bagi mereka yang bergantung kepada Anda, dan yang kasih sayangnya begitu Anda hargai.
Keberhasilan berarti menang.
Keberhasilan – prestasi – adalah tujuan hidup!
Setiap manusia menginginkan keberhasilan. Setiap orang menginginkan yang terbaik dari hidup ini. Tak seorang pun senang akan kemiskinan atau hidup dalam keadaan paspasan. Tak seorang pun senang merasa inferior; tak seorang pun senang dipermainkan.
Salah satu dari kearifan pembangun keberhasilan yang paling praktis terdapat di dalam kutipan Kitab Suci yang mengatakan bahwa iman dapat memindahkan gunung.
Percaya, benar-benar percaya bahwa Anda dapat memindahkan gunung, maka Anda pun mampu melakukannya. Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
Barangkali Anda pernah mendengar orang berkata, "Omong kosong kalau Anda mengira dapat memindahkan gunung hanya dengan mengatakan 'Gunung, pindahlah.' Benar-benar tidak mungkin."
Mereka yang berpikir seperti ini mengelirukan kepercayaan atau iman dengan angan-angan. Dan memang benar, Anda tidak dapat memindahkan gunung dengan mengangankannya saja. Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik hanya dengan mengangankannya. Anda juga tidak akan mendapatkan rumah besar hanya dengan mengangankannya. Anda tidak dapat menjadi pemimpin hanya dengan mengangankan menjadi pemimpin.
Akan tetapi kita dapat memindahkan gunung dengan kepercayaan yang kuat. Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa Anda dapat berhasil.
Tidak ada yang gaib atau rahasia mengenai kekuatan kepercayaan.
Kepercayaan bekerja sebagai berikut. Kepercayaan, sikap "Saya-positif-saya-dapat," membangkitkan kekuatan, keterampilan dan energi yang diperlukan untuk berhasil. Jika Anda percaya "Saya-dapat-me-lakukannya" dan benar-benar percaya, maka "bagaimana melakukannya" pun berkembang secara otomatis. Setiap hari, di setiap kota dan desa, orang-orang muda memulai pekerjaan yang baru. Masing-masing "mengangankan" bahwa suatu hari mereka akan menikmati keberhasilan yang mengiringi mereka menuju puncak. Namun, mayoritas orang muda ini benar-benar tidak mempunyai kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai jenjang tertinggi. Dan mereka pun tidak pernah mencapai puncak. Percaya bahwa tidak mungkin untuk mendaki tinggi, mereka pun tidak menemukan anak tangga yang menuju ke tempat tertinggi. Sikap mereka adalah sikap orang "kebanyakan."
Akan tetapi, sejumlah kecil orang muda ini benar-benar percaya bahwa mereka akan berhasil. Mereka mendekati pekerjaan dengan sikap "Saya-akan-mencapai-puncak." Dan dengan kepercayaan besar, mereka pun mencapai puncak. Percaya bahwa mereka akan berhasil – dan itu bukannya tidak mungkin – mereka belajar dan mengamati sikap orang-orang yang sudah berhasil. Jadi, mereka belajar bagaimana orang yang sukses mendekati masalah dan mengambil keputusan. Dengan mengamati sikap orang yang berhasil, mereka pun menjadi berhasil.
Cara melakukannya selalu muncul untuk orang yang percaya ia dapat melakukannya.
Seorang teman saya yang masih muda dua tahun lalu memutuskan untuk mendirikan sebuah agen penjualan yang menjual mobil karavan. Banyak orang mengatakan bahwa proyeknya tidak mungkin berhasil. Tabungannya kurang dari £1.000, dan ia di-beritahu bahwa investasi modal minimum yang diperlukan berkali lipat jumlah itu.
"Lihatlah betapa berat persaingannya," teman-temannya memperingatkan. "Selain itu, pengalaman praktis apa yang kamu miliki dalam menjual karavan, apa lagi memanajemeni perusahaan besar?"
Akan tetapi, orang muda ini percaya kepada diri sendiri dan kemampuannya untuk berhasil. Ia mengakui bahwa ia kekurangan modal, bahwa bisnis tersebut sangat kompetitif, dan bahwa ia tidak mempunyai pengalaman.
"Akan tetapi," katanya, "semua bukti yang dapat saya kumpulkan memperlihatkan bahwa industri karavan akan meluas. Dan yang terutama, saya sudah mempelajari pesaing saya. Saya tahu saya dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menjual karavan dibandingkan siapa pun di wilayah ini. Saya mungkin membuat beberapa kesalahan, tetapi saya akan memperbaikinya dan akan tiba di puncak."
Kenyataannya memang begitu. Ia hanya mengalami sedikit kesulitan dalam mendapatkan tambahan modal. Kepercayaannya yang mutlak bahwa ia dapat berhasil dengan bisnis ini membuat dua orang investor menaruh kepercayaan kepadanya. Dan, bersenjatakan kepercayaan yang bulat, ia melakukan "hal yang tidak mungkin" – ia mendapat inventaris terbatas tanpa uang muka dari seorang pengusaha pabrik karavan.
Tahun lalu ia menjual karavan dengan nilai lebih dari £300.000.
"Tahun depan," katanya, "saya akan menjual senilai lebih dari £600.000!"
Kepercayaan, kepercayaan yang kuat menggerakkan pikiran untuk mencari jalan dan sarana serta cara melakukannya. Dan percaya bahwa Anda dapat berhasil membuat orang lain menaruh kepercayaan kepada Anda.
Mayoritas orang tidak menaruh kepercayaan yang besar akan kepercayaan. Beberapa minggu yang lalu, seorang teman yang insinyur sipil menceritakan kepada saya tentang pengalaman "memindahkan gunung."
"Bulan lalu," katanya, "departemen saya mengirim surat kepada beberapa perusahaan rekayasa bahwa kami diberi wewenang untuk menarik beberapa perusahaan untuk mendesain delapan buah jembatan sebagai bagian dari program kami dalam pembangunan jalan raya. Jembatan-jembatan tersebut diharapkan dibangun dengan biaya £1,5 juta. Perusahaan rekayasa yang dipilih akan mendapat komisi 4 persen, atau £60.000 untuk kerja desainnya.
"Saya berbicara dengan 21 perusahaan rekayasa mengenai hal ini. Empat yang terbesar segera memutuskan untuk menyerahkan proposal. Tujuh belas yang lain adalah perusahaan kecil. Besarnya proyek membuat takut 16 dari 17 perusahaan kecil ini. Mereka memeriksa proyek tersebut, menggelengkan kepala, dan berkata: "Proyek ini terlalu besar untuk kami. Tidak ada gunanya mencoba." "Akan tetapi, salah satu dari perusahaan kecil ini, sebuah perusahaan dengan hanya tiga insinyur yang cakap, mempelajari rencananya dan berkata, 'Kami dapat mengerjakannya. Kami akan menyerahkan proposal.' Mereka melakukannya, dan mereka mendapatkan pekerjaan itu." Mereka yang percaya bahwa mereka dapat memindahkan gunung benar-benar dapat melakukannya. Mereka yang percaya bahwa mereka tidak dapat benar-benar tidak dapat melakukannya. Kepercayaan menggerakkan kekuatan untuk melaksanakan.
Di zaman modern ini kepercayaan mengerjakan hal-hal yang jauh lebih besar daripada memindahkan gunung. Unsur yang paling esensial – sebenarnya satu-satunya unsur yang esensial – di dalam penjelajahan luar angkasa dewasa ini adalah kepercayaan bahwa ruang angkasa dapat dikuasai. Tanpa kepercayaan yang kuat dan tidak tergoyahkan bahwa manusia dapat mengadakan perjalanan ke ruang angkasa, para ilmuwan tidak akan mempunyai keberanian, minat, dan antusiasme untuk maju. Kepercayaan bahwa kanker dapat disembuhkan akhirnya akan menghasilkan obat untuk kanker. Sementara saya menulis buku ini ada pembicaraan tentang pembangunan sebuah terowongan di bawah Terusan Inggris untuk menghubungkan Inggris dengan Benua Eropa. Dibangun tidaknya terowongan ini bergantung pada apakah orang-orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya percaya bahwa terowongan tersebut dapat dibangun.
Kepercayaan akan hasil yang besar adalah kekuatan penggerak, daya di belakang semua buku besar, drama besar, penemuan ilmiah yang besar. Kepercayaan akan keberhasilan ada di balik semua bisnis yang berhasil, perusahaan yang berhasil, dan organisasi politik yang berhasil, kepercayaan akan keberhasilan adalah satu unsur dasar yang sepenuhnya esensial pada diri orang-orang yang berhasil.

Percayalah, benar-benar percaya bahwa Anda dapat berhasil, maka Anda pun akan berhasil.

Selama bertahun-tahun saya sudah berbicara dengan banyak orang yang gagal dalam usaha bisnis dan bermacam karier. Banyak alasan dan dalih diberikan mengenai kegagalan mereka. Sesuatu yang sangat penting tersingkap ketika Anda berbicara dengan seorang yang gagal. Dengan cara yang sambil lalu orang yang gagal melontarkan komentar seperti, "Terus terang saja, saya rasa ini tidak akan berhasil," atau "Saya ragu bahkan sebelum saya mulai," atau "Sebenarnya, saya tidak terlalu heran usaha ini tidak berhasil." Sikap "Baiklah saya mau mencobanya, tetapi saya rasa ini tidak akan berhasil" akan menyebabkan kegagalan.

Kesangsian adalah kekuatan yang negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran tersebut menarik "dalih" untuk menyokong ketidakpercayaan tersebut. Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
Berpikir ragu, maka Anda gagal.
Berpikir menang, maka Anda berhasil.
Seorang penulis fiksi yang masih muda berbicara dengan saya belum lama ini mengenai ambisinya dalam menulis. Saya menyebutkan nama salah seorang penulis ulung di dalam bidangnya.
"Oh," katanya, "Tuan X memang penulis ulung, tetapi tentu saja saya tidak dapat seberhasil beliau."
Sikapnya membuat saya sangat kecewa karena saya mengenal penulis yang ia sebutkan namanya. Penulis ulung tersebut bukan orang yang super cerdas, super perseptif, atau super apa pun kecuali super percaya. Ia percaya bahwa ia adalah salah satu yang terbaik, dan ia pun bertindak dan berkarya sebagai yang terbaik.
Memang baik jika kita menghormati pemimpin. Belajar darinya. Mengamatinya. Mempelajari dirinya. Tetapi, jangan memujanya. Percayalah Anda dapat melebihinya. Percayalah Anda dapat men-gung gulinya. Siapa yang bertahan pada sikap terbaik nomor dua pastilah menjadi orang nomor dua.

Coba lihat dengan cara ini. Kepercayaan adalah termostat yang mengatur apa yang kita capai di dalam hidup. Pelajari orang yang berjalan dengan kaki terseret dalam keadaan pas-pasan. Ia percaya dirinya kurang berharga sehingga ia pun hanya menerima sedikit. Ia tidak percaya dirinya dapat mengerjakan hal-hal besar, dan ia pun tidak mengerjakan hal-hal besar. Ia percaya dirinya tidak penting, maka segala yang ia kerjakan mempunyai tanda tidak penting. Sementara waktu berlalu, tidak adanya kepercayaan akan diri sendiri ini terlihat dalam cara ia berbicara, berjalan, bertindak. Jika ia tidak menyesuaikan lagi termostatnya, ia akan mengerut, tumbuh semakin kecil dan semakin kecil dalam pandangannya sendiri. Dan, karena orang lain melihat diri kita seperti apa yang kita lihat di dalam diri kita, ia tumbuh semakin kecil dalam pandangan orang-orang di sekelilingnya.
Sekarang kita lihat orang muda yang maju dengan pesat. Ia percaya dirinya sangat berharga, dan ia mendapat banyak. Ia percaya dapat menangani tugas yang besar dan sulit – dan ia melakukannya. Semua yang ia kerjakan, cara ia berhadapan dengan orang lain, karakternya, pikirannya, sudut pandangnya, semua mengatakan, "Inilah dia orang yang profesional. Ia adalah orang penting."
Setiap orang adalah produk dari pikirannya sendiri. Percayalah akan hal-hal yang besar. Sesuaikan termostat Anda. Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa Anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
Beberapa tahun yang lalu sesudah berceramah di hadapan sekelompok usahawan di Amerika Serikat, saya berbincang dengan salah seorang dari mereka yang menghampiri saya, memperkenalkan dirinya dan berkata, "Saya benar-benar menikmati ceramah anda. Dapatkah Anda meluangkan waktu beberapa menit? Saya ingin sekali berbincang dengan Anda tentang suatu pengalaman pribadi. "
Sambil minum kopi ia bercerita dengan tenang:
"Saya mempunyai sebuah pengalaman pribadi yang berkaitan dengan apa yang Anda katakan tadi mengenai membuat pikiran kita bekerja untuk kita dan bukannya membiarkannya bekerja melawan kita. Saya belum pernah menceritakan kepada siapa pun bagaimana saya mengangkat diri saya keluar dari dunia menengah, tetapi saya ingin sekali menceritakannya kepada Anda."
"Silakan," saya meminta. "Saya ingin sekali mendengarnya."
"Begini, lima tahun yang lalu saya bekerja keras, dalam pekerjaan yang biasa-biasa saja. Memang saya hidup lumayan menurut standar rata-rata, tetapi masih jauh dari ideal. Rumah kami masih terlalu kecil, dan tidak ada uang untuk membeli banyak barang yang kami inginkan. Syukurlah istri saya tidak banyak mengeluh, tetapi tampak jelas ia menerima saja nasibnya tetapi ia tidak puas. Saya semakin tidak puas. Ketika saya membiarkan diri saya melihat bagaimana saya mengecewakan istri dan dua anak saya, saya memutuskan untuk mengubah semuanya.
"Sekarang ini, kami mempunyai sebuah rumah baru yang bagus di atas tanah yang luas, dan sebuah pondok kira-kira dua ratus kilometer di sebelah utara. Tidak ada kekhawatiran apakah kami dapat mengirim anak-anak ke perguruan tinggi yang baik, dan istri saya tidak lagi harus merasa bersalah setiap kali ia membelanjakan uang untuk membeli beberapa pakaian baru. Musim panas yang akan datang kami sekeluarga akan terbang ke Eropa untuk menghabiskan liburan selama sebulan. Kami sekarang benar-benar hidup."
"Bagaimana ini semua bisa terjadi?" tanya saya.
"Semuanya terjadi," lanjutnya, "ketika, menurut ungkapan yang Anda gunakan tadi, 'saya memanfaatkan kekuatan kepercayaan.' Lima tahun yang lalu saya mengetahui adanya lowongan di sebuah perusahaan di sini di Detroit. Kami waktu itu tinggal di Cleveland. Saya memutuskan untuk mencobanya, sambil berharap dapat menghasilkan uang sedikit lebih banyak di sana. Saya tiba di sini lebih awal yaitu pada hari Minggu malam, tetapi wawancaranya sendiri baru akan dilakukan pada hari Senin.
"Sesudah makan malam saya duduk di kamar hotel dan entah karena apa saya benar-benar merasa jijik dengan diri saya sendiri. 'Mengapa,' saya bertanya, 'saya hanya menjadi orang gagal kelas menengah? Mengapa saya berusaha mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan langkah maju yang begitu kecil?"
"Sampai sekarang saya tidak tahu apa yang mendorong saya untuk melakukannya, tetapi saya mengambil selembar kertas dan menuliskan nama lima orang yang saya kenal baik selama beberapa tahun yang sudah jauh melampaui saya dalam penghasilan dan kemajuan bisnis. Dua adalah bekas tetangga yang sudah pindah ke subdivisi yang lebih baik. Dua lagi adalah bekas majikan saya, dan yang ketiga adalah kakak ipar saya.
"Kemudian, saya bertanya dalam hati apa yang mereka punyai yang tidak saya miliki, selain pekerjaan yang lebih baik? Saya membandingkan kecerdasan mereka dengan kecerdasan saya, tetapi secara jujur saya tidak dapat melihat bahwa mereka lebih unggul dalam hal otak. Secara jujur saya juga tidak dapat mengatakan mereka berpendidikan lebih baik daripada saya, atau mempunyai integritas atau kebiasaan pribadi yang lebih unggul.
"Akhirnya saya tiba pada satu lagi kualitas keberhasilan yang sering kita dengar. Inisiatif. Di sini saya harus mengakui bahwa rekor saya jauh di bawah teman-teman saya yang berhasil.
"Untuk pertama kali saya melihat titik lemah saya. Saya menemukan bahwa saya memang suka menahan diri. Saya menggali ke dalam diri saya semakin dalam dan lebih dalam lagi, dan menemukan alasan mengapa saya kurang memiliki inisiatif adalah karena saya tidak percaya bahwa diri saya sangat berharga.

"Saya duduk di sana sepanjang malam meninjau kembali bagaimana kurangnya kepercayaan akan diri sendiri telah mendominasi saya selama ini; bagaimana saya menggunakan pikiran saya bekerja melawan diri saya sendiri. Saya mendapatkan diri saya mengkhotbahi diri sendiri mengapa saya tidak dapat maju bukannya mengapa saya dapat maju. Saya melihat rentetan sikap menurunkan nilai diri sendiri ini tampak dalam semua yang saya kerjakan. Kemudian, kesadaran saya timbul bahwa tak seorang pun akan percaya kepada saya sebelum saya percaya kepada diri saya sendiri.
"Sejak saat itu saya memutuskan, 'Saya tidak mau lagi merasa sebagai orang kelas dua. Sejak sekarang dan seterusnya saya tidak akan meremehkan diri sendiri.
"Keesokan paginya saya masih memiliki kepercayaan itu. Selama wawancara saya menguji untuk pertama kalinya kepercayaan yang baru saya dapatkan. Sebelum wawancara saya berharap memiliki keberanian untuk meminta $1.000, atau mungkin bahkan $1.500 lebih banyak daripada yang saya peroleh dari pekerjaan saya yang sekarang. Akan tetapi sekarang, sesudah saya menyadari bahwa saya adalah orang yang berharga, saya menaikkannya menjadi $5.000. Dan saya mendapatkannya. Saya menjual kualitas saya karena sesudah satu malam yang panjang dengan melakukan analisis diri saya menemukan hal-hal di dalam diri saya yang membuat saya jauh lebih mungkin laku.

"Dalam dua tahun sesudah saya melakukan pekerjaan itu, saya menegakkan reputasi sebagai orang yang cakap dan mampu berbisnis. Kemudian kami mengalami kemerosotan besar dalam bisnis. Ini malah membuat saya lebih berharga karena saya adalah salah seorang yang terbaik dalam mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Perusahaan diorganisasi ulang, dan saya diberi saham dalam jumlah besar ditambah kenaikan gaji yang besar."
Jelaslah, dengan percaya kepada diri sendiri maka segala hal yang baik pasti mulai terjadi.
Otak Anda adalah "pabrik pikiran." Pabrik yang juga sibuk menghasilkan pikiran yang tak terhitung setiap jam.
Produksi di dalam pabrik pikiran Anda berada di ba wah pengawasan dua mandor, salah satunya kita sebut saja Tuan Kemenangan, dan yang satu lagi, Tuan Kekalahan. Tuan Kemenangan bertanggung jawab untuk menghasilkan pikiran-pikiran yang positif. Ia berspesialisasi menghasilkan alasan-alasan mengapa Anda dapat, mengapa Anda cakap, dan mengapa Anda akan berhasil.
Mandor yang satunya lagi, Tuan Kekalahan, menghasilkan pikiran negatif yang menurunkan nilai diri. Ia adalah ahli dalam mengembangkan alasan-alasan mengapa Anda tidak dapat, mengapa Anda lemah, me-ngapa Anda tidak memadai. Spesialisasinya adalah rangkaian pikiran "mengapa-Anda-akan-gagal."
Baik Tuan Kemenangan maupun Tuan Kekalahan sangat patuh kepada Anda. Mereka cepat menjalankan perintah. Yang perlu Anda lakukan untuk memberi isyarat kepada kedua mandor hanyalah kesiapan mental sedikit saja. Jika isyaratnya positif, Tuan Kemenangan akan melangkah maju dan segera bekerja. Begitu pula, isyarat negatif membuat Tuan Kekalahan melangkah maju.
Untuk melihat bagaimana kedua mandor ini bekerja untuk Anda, coba contoh ini. Katakan kepada diri sendri, "Hari ini benar-benar buruk," Ini mengisyaratkan Tuan Kekalahan untuk bertindak, dan ia pun menghasilkan sejumlah fakta untuk membuktikan bahwa Anda benar. Ia menyatakan bahwa hari ini terlalu panas, atau terlalu dingin; bisnis akan buruk hari ini, penjualan akan turun, orang lain akan gelisah, Anda mungkin jatuh sakit, istri Anda dalam suasana hati yang tidak menyenangkan. Tuan Kekalahan benar-benar efisien. Dalam beberapa saat saja, ia sudah membuktikan bahwa hari ini benar-benar buruk, dan sebelum Anda menyadarinya, ini benar-benar menjadi hari yang buruk sekali!
Akan tetapi, katakan kepada diri sendiri, "Hari ini hari baik," dan Tuan Kemenangan diisyaratkan untuk maju. Ia memberitahu Anda "Ini adalah hari yang baik sekali. Cuaca cerah. Hidup ini menyenangkan sekali." Walaupun turun hujan, ia akan mengatakan, "Betapa segarnya hujan ini. Ini membuat kita senang menjalani hidup ini. Hari ini Anda dapat mengejar sebagian kerja Anda." Dan pastilah hari ini ternyata memang hari yang benar-benar baik.

Dengan cara yang serupa, Tuan Kekalahan dapat memperlihatkan kepada Anda mengapa Anda tidak dapat berhasil. Tuan Kemenangan akan memperlihatkan kepada Anda bahwa Anda dapat. Tuan Kekalahan akan meyakinkan Anda bahwa Anda akan gagal, sementara Tuan Kemenangan akan memperlihatkan mengapa Anda akan berhasil.
Sekarang, semakin banyak pekerjaan yang Anda berikan kepada salah satu dari kedua orang mandor ini semakin kuat ia jadinya. Jika Tuan Kekalahan diberi banyak pekerjaan, ia mengambil tempat lebih banyak di dalam otak Anda. Akhirnya, ia akan mengambil alih seluruh divisi pembuat pikiran, dan hampir semua pikiran akan menjadi bersifat negatif.
Satu-satunya tindakan yang bijaksana adalah memecat Tuan Kekalahan. Anda tidak membutuhkannya. Anda tidak menginginkan dia berada di dekat Anda sambil mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak dapat, bahwa Anda tidak dapat mengerjakannya, bahwa Anda akan gagal, dan seterusnya. Tuan Kekalahan tidak akan membantu Anda tiba di tempat yang Anda tuju, maka pecat saja dia.
Gunakan Tuan Kemenangan seratus persen selalu. Ketika ada pikiran memasuki benak Anda, minta Tuan Kemenangan agar bekerja untuk Anda. Ia akan memperlihatkan bagaimana Anda dapat berhasil.
Jangan percaya kepada si pesimis yang takut akan Abad Atom. Katakan kepadanya bahwa ini adalah waktu yang paling menyenangkan untuk menjalani hidup. Katakan kepadanya tentang industri baru, terobosan ilmiah baru, pasar yang semakin luas – semua berarti peluang. Ini adalah berita baik.
Sesungguhnya, semua isyarat menunjuk ke arah permintaan akan orang-orang tingkat tertinggi di dalam setiap bidang–orang-orang yang mempunyai kemampuan superior untuk mempengaruhi orang lain, untuk mengarahkan kerja mereka, untuk melayani mereka dalam kapasitas kepemimpinan. Dan orang-orang yang akan mengisi posisi pemimpin ini adalah semua orang dewasa atau yang menjelang dewasa sekarang ini. Salah seorang dari mereka adalah Anda.
Jaminan adanya "boom" tentu saja bukanlah jaminan akan keberhasilan pribadi. Selama beberapa dasawarsa, Amerika Serikat selalu mengalami "boom." Akan tetapi, secara sekilas saja tampak bahwa ratusan ribu orang – sebenarnya, mayoritas dari mereka – memang berjuang tetapi tidak pernah benar-benar berhasil. Kebanyakan tetap biasa-biasa saja walaupun peluang semakin banyak selama dua dasawarsa terakhir. Dan di dalam periode "boom" yang mendatang, kebanyakan orang akan terus khawatir, takut, merangkak menjalani kehidupan dengan merasa diri tidak penting, tidak dihargai, tidak mampu mengerjakan apa yang mereka ingin kerjakan. Akibatnya, prestasi mereka hanya akan menghasilkan ganjaran yang kecil, kebahagiaan yang kecil.
Mereka yang mengubah peluang menjadi penghasilan (dan saya secara tulus percaya Anda adalah salah seorang dari mereka, karena kalau tidak maka anda tidak akan mau repot-repot membaca buku ini) adalah orang bijaksana yang belajar bagaimana berpikir sendiri untuk berhasil.
Masuklah. Pintu menuju keberhasilan terbuka lebih lebar daripada yang pernah terjadi sebelumnya. Catatlah bahwa Anda akan bergabung dengan kelompok pilihan yang akan mendapatkan yang diinginkan dalam hidup ini.
Inilah langkah pertama menuju keberhasilan. Inilah langkah dasar. Langkah ini tidak dapat dihindari. Langkah Satu: Percayalah kepada diri sendiri, percayalah Anda dapat berhasil.

Bagaimana Mengembangkan Kekuatan Kepercayaan
Berikut ini adalah tiga pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan:
1. Berpikir Sukses, jangan berpikir gagal. Di tempat kerja, dan di rumah, gantilah berpikir gagal dengan berpikir sukses. Sewaktu menghadapi situasi yang sulit, berpikirlah, "Saya akan menang," bukan "Saya akan kalah." Ketika Anda bersaing dengan orang lain, berpikirlah, "Saya sama dengan yang terbaik," bukan "Saya tidak masuk hitungan." Jika peluang muncul, berpikirlah "Saya dapat melakukannya," jangan pernah berpikir "Saya tidak dapat." Biarkan pikiran utama "Saya-akan-berhasil" mendominasi proses berpikir Anda. Berpikir sukses mengkondisi-kan pikiran Anda untuk rencana yang menghasilkan keberhasilan. Berpikir gagal mengerjakan yang persis berlawanan. Berpikir gagal mengkondisikan pikiran memikirkan pikiran-pikiran lain yang menghasilkan kegagalan.
1. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik daripada yang Anda kira. Orang yang sukses bukanlah orang yang super. Sukses tidak mensyaratkan super-intelek. Juga tidak ada yang mistis mengenai sukses. Sukses tidak didasarkan pada nasib. Orang yang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan Anda atau mengesankan kepada orang lain bahwa Anda bukan orang kelas satu.
2. Percaya Besar. Besar-kecilnya keberhasilan Anda ditentukan oleh besar-kecilnya kepercayaan Anda. Pikirkanlah tujuan-tujuan yang kecil, maka harapkanlah hasil-hasil yang kecil pula. Pikirkanlah tujuan-tujuan yang besar dan dapatkan keberhasilan besar. Ingat ini pula. Gagasan besar dan rencana besar acap kali lebih mudah – yang pasti tidak lebih sulit – dibandingkan gagasan kecil dan rencana kecil.
Ralph J. Cordiner, Ketua Dewan General Electric Company, mengatakan hal ini di dalam konferensi kepemimpinan: "... Kita memerlukan dari setiap orang yang bercita-cita menjadi pemimpin – untuk dirinya sendiri dan perusahaannya suatu tekad untuk menjalankan program pribadi pengembangan diri. Tak seorang pun akan memerintahkan seseorang untuk berkembang . . . Apakah seseorang tertinggal di belakang atau bergerak maju di dalam bidangnya adalah masalah ketekunan pribadinya sendiri. Ini membutuhkan waktu, kerja dan pengorbanan. Tak seorang pun dapat melakukannya untuk Anda."
Advis Cordiner sehat dan praktis. Hayatilah. Orang-orang yang mencapai puncak di dalam manajemen perusahaan, penjualan, rekayasa, kerja keagamaan, penulisan, akting, dan di dalam bidang-bidang lain tiba di sana dengan mengikuti secara sadar dan terus menerus suatu rencana untuk pengembangan dan pertumbuhan diri.
Program pelatihan apa pun – dan buku ini adalah program pelatihan demikian – harus melakukan tiga hal. Program tersebut harus memberikan isi, apa yang harus dilakukan. Kedua, program tersebut harus menyediakan metode, bagaimana mengerjakannya. Dan ketiga, program tersebut harus memenuhi tes pembuktian, yaitu mendatangkan hasil.
Unsur apa dari program pelatihan pribadi Anda untuk mendapatkan keberhasilan dibangun atas sikap dan teknik orang-orang yang sukses. Bagaimana mereka mengatasi rintangan? Bagaimana mereka menimbulkan respek dari orang lain? Apa yang memisahkan mereka dari orang biasa? Bagaimana mereka berpikir?

Unsur bagaimana dari rencana Anda untuk pengembangan dan pertumbuhan diri adalah serangkaian pedoman konkret untuk bertindak. Ini didapatkan di dalam tiap bab. Pedoman ini manjur. Terapkan pedoman tersebut dan lihat sendiri hasilnya?
Bagaimana dengan bagian terpenting dari pelatihan – hasil?
Penerapan secara cermat program yang disajikan di sini akan membawa keberhasilan kepada Anda pada skala yang sekarang mungkin tampak tidak mungkin. Dirinci menjadi komponennya, program pelatihan pribadi Anda untuk sukses akan memberi Anda serangkaian ganjaran: ganjaran berupa respek yang lebih dalam dari keluarga Anda, kekaguman dari teman dan rekan sekerja Anda, perasaan berguna, perasaan menjadi seseorang, mempunyai status, penghasilan yang meningkat dan standar hidup yang lebih tinggi.
Pelatihan Anda dilakukan sendiri. Tidak akan ada orang yang mengawasi Anda, yang mengatakan apa yang harus Anda kerjakan, dan bagaimana mengerjakannya. Buku ini akan menjadi pedoman Anda, tetapi hanya Anda sendirilah yang dapat mengerti diri Anda. Hanya anda yang dapat memerintahkan diri Anda untuk menerapkan pelatihan ini. Hanya anda yang dapat mengecek kemajuan Anda. Hanya anda yang dapat mengambil tindakan koreksi seandainya sedikit menyimpang. Singkatnya, Anda akan melatih diri Anda sendiri untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar dan semakin besar.

Anda sudah mempunyai laboratorium dengan peralatan lengkap di mana Anda dapat bekerja dan belajar. Laboratorium Anda ada di sekeliling Anda. Labo ratorium Anda terdiri atas manusia. Laboratorium mi menyuplai Anda dengan tiap kemungkinan contoh tindakan manusia. Dan tidak ada batas untuk apa yang dapat Anda pelajari segera sesudah Anda memandang diri Anda sebagai ilmuwan di dalam laboratorium Anda sendiri. Dan yang lebih penting, tidak ada yang harus dibeli. Tidak ada sewa yang harus dibayar. Tidak ada ongkos apa pun. Anda dapat menggunakan laboratorium ini sesuka Anda, dan gratis.
Sebagai direktur dari laboratorium milik Anda sendiri, Anda akan ingin melakukan apa yang dilakukan oleh tiap ilmuwan: Mengamati dan bereksperimen.
Kebanyakan orang mengerti begitu sedikit tentang mengapa orang bertindak sebagaimana yang mereka perbuat, walaupun mereka dikelilingi oleh banyak orang sepanjang hidup mereka. Alasannya adalah, kebanyakan orang bukan pengamat yang terlatih. Salah satu tujuan penting dari buku ini adalah membantu Anda melatih diri Anda untuk mengamati; untuk mengembangkan wawasan ke dalam tindakan manusia. Anda akan ingin mengajukan pertanyaan kepada diri Anda seperti, "Mengapa ada orang yang mempunyai banyak teman, dan yang lain hanya mempunyai sedikit teman?" "Mengapa John begitu berhasil, dan Tom hanya biasa-biasa saja?" "Mengapa orang akan senang sekali menerima apa yang dikatakan oleh seseorang kepada mereka, tetapi mengabaikan orang lain yang mengatakan hal yang sama kepada mereka?"
Segera sesudah terlatih, Anda akan memperoleh pelajaran yang berharga hanya melalui proses mengamati yang sangat sederhana.
Di sini diketengahkan dua saran khusus untuk membantu Anda menjadikan diri Anda pengamat yang terlatih. Pilih untuk studi khusus ini dua orang yang paling berhasil dan paling tidak berhasil yang Anda kenal. Kemudian, amati seberapa dekat teman Anda yang sukses mengikuti prinsip-prinsip keberhasilan. Perhatikan pula bagaimana mempelajari kedua ekstrem akan membantu Anda melihat kebijaksanaan yang tidak mungkin salah dalam mengikuti kebenaran yang diikhtisarkan di dalam buku ini.
Setiap kontak yang Anda buat dengan orang lain memberi Anda kesempatan untuk melihat prinsip pengembangan keberhasilan yang sedang bekerja. Sasaran Anda adalah membuat tindakan sukses menjadi suatu kebiasaan. Semakin banyak kita berlatih, semakin cepat menjadi sifat kedua untuk bertindak dengan cara yang diinginkan.
Kebanyakan dari kita mempunyai teman yang suka berkebun. "Menyenangkan sekali menyaksikan tanaman bertumbuh," kata mereka. "Lihat bagaimana tanaman berespons terhadap sinar matahari dan hujan. Lihat bagaimana mereka bertumbuh sejak Anda melihat mereka minggu lalu."

Yang pasti, mengasyikkan sekali menyaksikan apa yang terjadi ketika manusia bekerja sama dengan alam secara seksama. Akan tetapi, ini tidak ada sepersepuluh mengasyikannya dibandingkan menyaksikan diri Anda berespons terhadap program manajemen-pikiran yang dilaksanakan secara cermat. Menyenangkan sekali untuk merasakan diri Anda bertumbuh semakin percaya diri, semakin efektif, semakin berhasil hari demi hari, bulan demi bulan. Tidak ada – sama sekali tidak ada – di dalam hidup ini yang memberi Anda kepuasan lebih besar dibandingkan mengetahui bahwa Anda berada pada jalan menuju sukses dan pencapaian. Dan tidak ada yang berdiri sebagai tandatangan yang lebih besar daripada memanfaatkan diri Anda sepenuhnya.
Di bawah ini adalah tiga gagasan yang akan membantu Anda mendapatkan manfaat maksimum dari buku ini:
1. Baca seluruh buku sesegera mungkin. Akan tetapi, jangan membacanya dengan terlalu cepat. Biarkan tiap gagasan dan tiap prinsip meresap sehingga Anda dapat melihat secara persis bagaimana gagasan dan prinsip tersebut berlaku bagi Anda.
2. Berikutnya, habiskan satu minggu untuk mempelajari, benar-benar mempelajari, tiap bab. Rencana yang bagus sekali adalah menuliskan di atas sepotong kartu kecil prinsip yang diringkas pada akhir tiap bab. Tiap pagi selama seminggu katakan kepada diri Anda sendiri, "Hari ini, saya akan me-
nerapkan prinsip-prinsip ini." Kemudian, baca ulang. Bawa kartu tersebut bersama Anda. Sepanjang hari bersangkutan baca kartu tersebut beberapa kali. Tiap malam tinjau seberapa baik Anda sudah berhasil dalam menerapkan tiap prinsip. Buat resolusi untuk bekerja lebih baik lagi besok.
3. Sesudah Anda menghabiskan waktu seminggu dengan tiap bab, baca ulang buku tersebut sedikitnya satu kali sebulan selama setahun. Tiap kali Anda membacanya, evaluasi prestasi Anda sendiri. Siaplah selalu untuk membuat perbaikan lebih jauh dalam diri Anda.

Dan berjanjilah untuk melatih diri Anda sesuai jadwal, suatu jadwal yang pasti. Kebanyakan orang merasa terganggu secara fisik jika mereka melewatkan waktu makan atau menukar aktivitas siang mereka dengan aktivitas malam. Luangkan sejumlah waktu yang pasti tiap hari untuk melatih diri Anda dalam prinsip-prinsip keberhasilan.

Topics: curhat, seorang, kendoka