high quality paid-to-click business. What this means for you is that we will pay you hard cash for simply viewing our sponsored advertisements. All you have to do is create a free account and then spend a few minutes each day viewing our advertisers' websites to increase your account balance. When you have earned $10,000 account balance, you can request withdraw to Alertpay or Paypal and we will send you a cash payment! Click here to create a free account!

* Get Paid Cash To Click Links!
* $10 Per PTC Click
* 50% Affiliate Earnings For Referrals
* Links Available Daily, Guaranteed

* Reputable Business Ownership
* Quality Member Support
* Excellent Advertising Rates
* Free To Join, Free To Earn! Sign up today

Tag PTC.fine ptc | $10 x 1 click | ? clicker | ? PTC | big money ptc | grand ptc | neo pays | neopays | | get rich ptc | getrichptc | hugeptc | richptc | bux millionaire | db-bux | $ 10.00 for free |
Telpon di divisi HRD hari ini cukup sibuk. Menjelang awal tahun fiskal di HRD memang ada setumpuk urusan yg harus dibereskan sebelum tutup buku. Mulai dari urusan finansial yg berhubungan dengan biaya HR, sampai pembuatan ulang beberapa peraturan yg harus direvisi secara berkala setiap awal FY. Saya agak kelabakan juga mengingat
tugas rutin dan non rutin cukup menggunung di meja kerja saya.
Jam 10 lewat saya meraih HP yg terletak di atas meja dan menelpon nomor pak KonJen RI Osaka. Seperti perkiraan saya sekertaris pak Konjen yang mengangkat dan saya setengah bercanda minta tolong agar si Ibu sekertaris bisa mengatur jadwal supaya kedatangan pak Konjen di kantor kami bisa tepat waktu. Hari ini pak Ibnu Hadi yang
telah ditunjuk oleh pemerintah RI menjadi perwakilan Indonesia di wilayah Jepang Barat sejak januari tahun ini, berencana datang melakukan kunjungan kerja di kantor pusat perusahaan kami, Mandom Corporation. Sebenarnya saya agak merasa tidak enak juga, tapi mengingat peristiwa keterlambatan menteri ESDM Indonesia ketika menjamu koleganya menteri Kesejahteraan dan Naker Jepang beberapa waktu lalu di Jakarta, saya merasa lebih baik terlihat bebal di mata sekertaris pak Ibnu daripada nanti menambah daftar imej tak bagus di mata orang Jepang terhadap pejabat negara kita.
Tapi Ibu Lalita, sang sekertaris dengan sangat baik berjanji memenuhi permintaan saya. Dan ternyata janji ibu Lalita ditepati dengan baik.
Jam 2:30 ibu Lalita menelpon balik dan memberitahu kalau pak KonJen beserta rombongan sudah berangkat, padahal sebenarnya jarak dari Konsulat Jenderal RI Osaka hanya berjarak tempuh sekitar 15 menit dari kantor kami. Saya bergegas menuju lantai teratas tempat kami akan menjamu, memeriksa kelengkapan dokumen dan mengulang
beberapa hal yang saya minta agar disiapkan oleh staf di sekertaris direktur.
Jam 2:45 saya standby di lobby.
Sekitar 5 menit kemudian pak Konjen beserta mbak Christina, konsul muda ekonomi, dan penerjemah ibu Hiroko datang tanpa sempat saya lihat mobilnya datang. Konsul Ekonomi, pak Ngurah datang menyusul sekitar 10 menit setelah pertemuan dimulai dengan ditemani staf KJRI pak Slamet.
Dari pihak Mandom dihadiri oleh Mr.Nishiumi, Mr. Yamashita, dan saya. Mr.Nishiumi adalah orang top ketiga di Mandom Group yang menjabat sebagai Presiden Komisaris Mandom Indonesia, beliau juga menjabat sebagai direktur yg menangani operasional Mandom di negara2 selain Jepang, seperti Cina, Korea, Malaysia, dll dan mengoperasikannya dari Jepang. Mr.Yamashita sendiri, baru pulang ke Jepang sejak 2 tahun yang lalu setelah menjabat sebagai CEO di Mandom Indonesia selama beberapa tahun.
Pembicaraan berlangsung dalam 3 bahasa, Jepang, Inggris, dan Indonesia. Mr.Yamashita yang memang cukup fasih bahasa Indonesianya kadang2 menoleh ke saya ketika mentok dgn istilah2 susah dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Saya yg duduk di samping Mr.Nishiumi sekali-sekali membisikkan dalam bahasa Jepang ketika percakapan berlangsung dalam full bahasa Indonesia.
Pak Konjen yg tampaknya sangat peduli dgn kondisi investasi Mandom Group di Indonesia kelihatan cukup puas ketika kami membeberkan rencana investasi jangka menengah dan panjang dari grup usaha kami. Dan beliau dengan antusias bertanya apakah ada hal yg bisa dibantu oleh pemerintah RI agar bisnis Mandom Group bisa lebih berkembang.
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kosmetik dan toiletris yang tidak begitu sensitif dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, Grup usaha Mandom sebenarnya hanya berharap agar iklim dunia usaha di Indonesia bisa dijaga tetap kondusif dan birokrasi tidak rumit. Salah satu hal yang diutarakan oleh Mr.Yamashita adalah kesulitan perusahaan kami di Indonesia ketika mendaftarkan produk di BPOM (Badan Pengawasan Obat & Makanan) Indonesia yang memakan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan sampai 8 bulan. Padahal untuk prosedur yang sama dan produk di industri yang serupa di negara Asean lain misalnya seperti Thailand, proses yang kami jalankan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai dengan 3 bulan.
Sebagai produsen barang-barang konsumen yang mengalami perubahan trend, tentu akan sangat menyulitkan jika prosedur pendaftaran sebelum melempar produk ke pasaran memakan waktu lama. Karena bisa saja selama proses 8 bulan itu, produk yang sudah kami kembangkan susah payah menjadi ketinggalan trend sehingga kurang diterima di pasaran ketika dilakukan produksi massal, padahal ada investasi yang sangat besar dari masa pengembangan produk hingga siap produksi massal. Walaupun Mr.Yamashita berkali-kali menyatakan bahwa keluhan ini sebenarnya bersifat umum karena dialami oleh semua perusahaan di industri kosmetik & toiletris, tapi tetap saja pak Ibnu dengan bijak menanggapi secara serius dan berjanji akan mencari jalan agar keluhan itu bisa dicarikan solusinya. Saking seriusnya sampai-sampai beliau akhirnya menawarkan agar kami bertemu langsung dengan menteri Perindustrian dan kepala BKPM (Badan Kordinasi Penanaman Modal) yang kebetulan diundang oleh JETRO untuk berbicara di seminar bertema promosi investasi ke Indonesia hari rabu depan di Osaka. Beliau berjanji akan meminta waktu Menperindag, pak Mohamad S. Hidayat dan kepala BKPM, pak Gita Wirjawan, walaupun mungkin hanya 10 hingga 15 menit khusus untuk kami agar bisa mengutarakan langsung keluhan kami ke beliau-beliau, dan mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di tanah air. Seandainya semua pejabat pemerintah di negeri kita seperti pak Ibnu ini, maka mungkin dunia usaha akan bisa berkembang dengan baik. Beliau tampaknya sangat peduli dengan kepentingan dunia usaha. Tawaran pak Ibnu itu langsung disambut baik dan disanggupi oleh Mr.Yamashita.

Pertemuan itu disela oleh kemunculan Vice President perusahaan kami Mr.Kamei yang memang dijadwalkan akan muncul bertukar sapa karena jadwal hari ini yang sudah terlanjur terisi. Baru berbasa-basi beberapa menit, tiba-tiba muncul Mr. Nishimura, pimpinan puncak grup Mandom yang sebenarnya dijadwalkan berada di pertemuan lain. Mr.Nishimura dan Mr.Kamei mengajak foto bersama, bertukar kartu nama dengan pak Ibnu dan anggota rombongan lain lalu permisi lagi karena sudah harus masuk pertemuan selanjutnya.
Pada jadwal selanjutnya kami mempersilakan rombongan itu menuju lantai 3, museum mini grup Mandom. Sembari memperhatikan pajangan catatan sejarah perusahaan, kepada rombongan kami perkenalkan dengan sejarah perjalanan panjang perusahaan kami yang sudah berusia 83 tahun. Dan juga tak lupa memperkenalkan sepak terjang usaha kami di Indonesia sejak tahun 1969. Mulai dari zaman produk Tancho, produk Mandom, hingga serial Gatsby yang menjadi andalan kami. Tidak lupa juga kami memperlihatkan Pixy, Pucelle, Lovillea, dan beberapa merek produk yang kami pasarkan di Indonesia.
Setelah menghabiskan waktu cukup lama di museum, rombongan kami antar ke lantai satu dan berfoto bersama di depan logo Mandom sebelum akhirnya pak Ibnu dan rombongan memohon diri meninggalkan markas besar Mandom Corporation.
ampoeh pramono
Bisikan di Kegelapan
Dikirim 10 Maret 2010 oleh ampoeh pramono di kategori Himbauan
Ketika anda berpikir tentang kelelawar, gambaran pertama yang muncul di pikiran anda mungkin adalah gua yang gelap, langit yang gelap dan monster penghisap darah. Tapi meskipun mereka adalah objek yang menakutkan dan penuh takhyul, kelelawar memiliki sisi rahasia yang lain. Meskipun memiliki sayap, mereka adalah mamalia seperti kita dan memelihara anak-anaknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Meskipun nampak buas, kelelawar lebih damai daripada manusia. Jadi lain kali ketika melihat seekor kelelawar melintas dengan cepat di atas kepala Anda, bayangkan bahw dimana jalan keluar ia mungkin melihat ke bawah dengan kekaguman dan ketakutan yang sama seperti yang Anda rasakan.
Anda tersesat di gua besaryang dalam dan berkeliling di jalan yang berliku-liku. Selagi Anda mencari jalan kembali keatas, seekor kelelawar terbang di atas Anda dan membisikkan sesuatu di telinga,.... Dari pilihan dibawah ini, apa yang dikatakan oleh makhluk misterius itu?.
1. "Aku tahu dimana jalan keluarnya."
2. "Mari kutunjukkan jalan keluarnya".
3. "Teruslah mencari".
4. "Kau tidak akan pernah dapat keluar dari sini".
Pikirkanlah dan pilih salah satu langkah diatas, penjelasan jawaban ada di menu INFO

Penjelasan:

Dalam skenario ini, kelelawar berfungsi sebagai simbol penuntundan pertolongan bagi mereka yang tersesat dan sedang mengalami kesulitan. Dengan membayangkan apa yang akan dikatakan oleh kelelawar itu kepada Anda, Anda sedang memberikan sekilas terhadap cara Anda meresponi orang lain yang memerlukan bantuan Anda.

1. "Aku tahu dimana jalan keluarnya."
Anda cenderung menjadi orang yang sibuk dan mengetahui segalanya. Tidak diragukan, Anda selalu bersedia memberikan bantuan atau sedikit nasehat.Tapi kadang-kadang Anda berusaha membantu walaupun tidak dibutuhkan. Akhirnya Anda kelihatn seperti orang yang suka mencampuri urusan orang lain.

2. "Mari kutunjukkan jalannya".
Kebesaran hati dan ketidakegoisan Anda menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Orang-orang merasakan kekuatan dan kepedulian Anda dan terhibur hanya dengan mengetahui bahwa Anda ada disana ketika muncul masalh.

3. "Teruslah mencari".
Anda tetap menjaga jarak karena rasa hormat Anda terhadap orang lain. Bukannya Anda tidak suka menolong, tapi Anda hanya memberikan bantuan sesedikit mungkin ketika dimintai nasehat, Biasanya mendorong orang untuk menyelesaikannya sendiri. Prinsip tidak ingin mencampuri adalah pendekatan jangka panjang terbaik dalam menolong orang lain menemukan kedewasaan dan kemandirian.

4. "Kau tidak akan pernah dapat keluar dari sini".
Ketika melihat seseorang yang sedang sedih, gerakan pertama Anda adalah menendang mereka. Mungkin Anda biasa merasakan kesenangan diatas kemalangan orang lain. Tapi tidak berarti hali itu adalah sikap yang baik. Sikap Anda tidak akan membuat Anda memiliki banyak teman atau menolong Anda mempertahankan teman yang sudah ada. Berhati-hatilah
Jam sudah menunjukkan pukul 13 lewat ketika saya dan manajer atasan saya di HRD meninggalkan gedung kantor pusat Mandom di bilangan Central Ward Osaka. Kami menggunakan subway dan meluncur menuju pusat kota Osaka. Hari ini saya harus tampil membawakan materi di seminar yang diadakan oleh pemerintah daerah tk I prefektur Osaka. Seminar itu merupakan rangkaian dari proyek Pemda Osaka menstimulasi perusahaan2 di daerah prefektur Osaka untuk berkiprah secara global. Sebagai langkah awal globalisasi Pemda Osaka memandang bahwa dengan memasukkan unsur tenaga kerja asing diharapkan bisa menyuntikkan darah baru dan membawa perspektif yang lebih mengglobal dalam kegiatan bisnisnya, sekaligus sebagai jalan keluar dari permasalahan kekurangan generasi muda. Sebagai negara dengan huruf non alfabet, yang menyebabkan penetrasi bahasa asing sangat susah, dan memiliki sejarah pernah menutup diri dari dunia luar, Jepang memang mulai merasa masyarakatnya terlalu konservatif dan ketinggalan oleh dunia global, itulah sebabnya pemerintah merasa sudah perlu untuk turun tangan mengakselerasi proses globalisasi, terutama di dunia bisnis. Selama ini walaupun UKM2 Jepang banyak yg sudah mempekerjakan orang asing, tapi biasanya hanya di bidang pekerjaan blue collar. Padahal setiap tahunnya ada ribuan mahasiswa asing yg menamatkan pendidikannya di universitas-universitas Jepang dan sebenarnya memiliki kemampuan dan bisa dijadikan sebagai lokomotif usaha di UKM2 Jepang. Terutama dari negara tetangga yaitu Cina, negara yg menyumbangkan mahasiswa asing terbanyak bagi Jepang.
Di sesi pertama, pembicaranya adalah seorang utusan dari Departemen Perindustrian Jepang di wilayah Kansai. Seorang wanita separuh baya bernama Murakami Keiko, yang dengan mantap membawakan makalahnya berupa laporan perkembangan proyek itu disertai contoh2 perusahaan di wilayah Kansai yg sudah sukses dalam globalisasi HRDnya. Dari sekian banyak perusahaan itu, Panasonic dan P&G menjadi sorotan utama Mrs Murakami dengan program mereka yg saat ini tercatat sudah mempekerjakan orang asing sekitar 200 orang. P&G malah disebutkan memiliki pegawai 200-an orang dan itu berasal dari 23 negara berbeda. Sebuah skala yg sangat jauh dibandingkan Mandom yg saat ini hanya mempekerjakan 5 orang asing dari 3 negara yaitu Indonesia, Cina, dan Filipina. Sebuah tantangan yg menarik bagi saya pribadi Bukan masalah angka orang asingnya tapi skala bisnisnya yang bisa membawa mereka pada angka 200 orang di antara 4000 pegawai di seluruh Jepang.
Saya tampil di sesi kedua membawakan makalah dengan tema utama berupa pengalaman saya mencari kerja di Jepang dan pandangan2 saya sebagai orang asing terhadap perusahaan Jepang.
Materi saya bagi menjadi 6 chapter dan saya bawakan dengan powerpoint. Bab awal saya memperkenalkan perusahaan saya Mandom Corporation setelah sebelumnya berusaha mencairkan suasana dengan melemparkan guyonan ke hadirin dan tampaknya cukup sukses karena kebanyakan peserta tertawa hingga terlihat giginya.
Di akhir pengenalan perusahaan saya memutarkan iklan dari produk andalan kami, Gatsby. Seri Iklan yg sudah muncul di TV sejak tahun lalu itu sudah populer karena begitu wajah komedian Jepang, Iwao muncul, beberapa orang tanpa sadar bergumam “aa, shitteru” (aa, tahu). Ending iklan yg dibuat lucu sempat membuat beberapa orang tersenyum.
Pada bagian kedua saya menuturkan CV saya berupa riwayat hidup, pendidikan, dan pengalaman kerja. Dalam bab itu tidak lupa saya mempromosikan Sulawesi dgn potensi hasil alam seperti kopi, coklat, cengkeh, kelapa sawit, udang, cakalang, dsb. Materi yg sebenarnya melenceng dari materi utama, tapi saya pura2 tidak sadar dan menggunakan 1-2 menit untuk memberi gambaran potensi investasi di Sulawesi. Siapa tahu di antara perwakilan perusahaan itu ada yg perusahaannya bergerak di bidang hasil olah bumi dan tertarik dengan Sulawesi. Setelah 1-2 menit kemudian, saya masuk ke materi selanjutnya dan memaparkan bagaimana saya memilih universitas, kriteria yg saya tetapkan, dan hasil akhir berupa diterimanya saya di University of Hyogo 6 tahun yg lalu.
Di bagian selanjutnya saya memaparkan kenapa saya memilih berkarir di Jepang dan kriteria apa yg saya tetapkan ketika memilih perusahaan hingga akhirnya saya memilih Mandom sebagai tempat berkarya untuk masyarakat.
Di bagian akhir saya memaparkan pandangan sebagai orang asing terhadap kondisi kerja di perusahaan Jepang dan apa2 saja yg biasanya orang asing harapkan dari perusahaan2 Jepang.
Saya menutup presentasi saya dengan menampilkan kata お互い sebagai kunci untuk sukses berinteraksi dengan lingkungan yg multi kultural. Saya berusaha membuat peserta untuk melihat bahwa sebenarnya kanji 互 (taga) itu disusun dari dua huruf ユ (yu - baca : You). Yang satu, di bawah menghadap ke kanan dan satunya lagi di atas dalam posisi terbalik. Dengan posisi saling melengkapi itulah huruf itu bisa terbentuk. Untuk bisa membangun komunitas sosial yang bisa お互い atau memiliki kemampuan untuk tenggang rasa, kedua belah pihak harus mampu melihat sudut pandang dari posisi YOU dulu, atau dari posisi lawan bicara. Tapi itu saja tidak cukup karena untuk melengkapi kanji 互 pihak yg satupun harus mengambil posisi yg sama walaupun dalam arah yang berbeda. Artinya pihak yang kedua pun harus melihat dari sudut pandang YOU. Jika kedua pihak mampu melihat dari sudutpandang YOU, pada akhirnya akan terbangun dua kepentingan yaitu ME dan YOU. Tapi yg paling penting adalah kita harus memulainya dari diri sendiri dulu sebelum meminta lawan bicara kita melakukan hal yang sama. Jika kita memulai maka akan tercipta fenomena yang disebut 鏡法則 atau hukum cermin, yaitu lawan bicara kita akan bertindak sama dgn tindakan kita.
Materi saya tutup dengan mengucapkan terima kasih.....(baca sumbernya : http://arifkurniawan.net/2010/02/seminar-24-februari-2010/)
Arif Kurniawan
Financial Planning Seminar
Dikirim 8 Feb 2010 oleh Arif Kurniawan di kategori Serba Serbi
Saya tiba di kantor sambil menahan sakit perut yang melilit. Hari ini saya memang sengaja tidak ‘nyetor pagi’ karena waktu yg terlalu mepet, sebagai akibatnya sakit perut itu tak tertahankan setiba di kantor. Syukurlah saya masih sempat ke kamar belakang sebelum briefing pagi dimulai. Sehabis cek email, HP kantor di atas meja saya berbunyi, ternyata Takai-san yg menjadi panitia inti seminar hari ini kewalahan karena sound system di ruang seminar tdk berfungsi. Akhirnya saya bantu aktifkan dan kembali lagi ke lantai 9. Tapi baru 10 menitan saya mengetik laporan, HP saya kembali berbunyi dan kali ini Takai-san panik karena PC pembicara tidak bisa nyambung ke proyektor. Setelah utak-atik notebook dan PC controller akhirnya layar PowerPoint di notebook si sensei bisa juga muncul di layar raksasa. Takai-san mengucapkan terima kasih karena dia sebenarnya sudah cukup lama utak-atik tanpa hasil. Orang satu itu seperti kebanyakan orang Jepang yang saya kenal secara umum, rada gaptek dan seringkali kewalahan kalau harus melakukan setting komputer atau peralatan audio-video. Padahal Jepang sendiri terkenal sebagai pusatnya perkembangan alat elektronika
Sewaktu akan meninggalkan ruangan saya sempat tertarik oleh materi seminar yg ditaruh di atas setiap meja. Saya buka-buka lembar perlembar dan semakin saya baca semakin saya tertarik, akhirnya saya memutuskan untuk ikut seminar menjadi observer di bangku belakang, itulah enaknya kalau di HRD, kita bisa ikut seminar tanpa harus daftar2 dan mengikuti prosedur seperti pegawai lainnya. Padahal seminar kali ini sebenarnya cukup diminati dan perlu dilakukan seleksi karena peminat melebihi batas.
Saya bergegas kembali ke meja kerja, mengambil buku catatan dan peralatan tulis, dan meyakinkan ulang bahwa hari ini saya tidak punya jadwal penting yg harus selesai hari ini juga. Untunglah saya mengambil keputusan itu di ujung-ujung waktu, karena ternyata seminar financial planning itu sangat menarik diikuti.
Pada sesi pagi tema pertama yang bertajuk Life Planning dibawakan oleh seorang konsultan finansial bernama Mrs. Matsumoto. Materi yg dikupas seputar restrukturisasi pengeluaran rumah tangga.
Pada sesi ini banyak dibahas tentang jenis-jenis asuransi jiwa, dana pensiunan dari korporat, dan dana pensiunan publik yang programnya dijalankan oleh pemerintah. Sebagai orang asing yang tidak berniat hidup di Jepang seterusnya, asuransi jiwa di Jepang tidak begitu menarik perhatian saya, tapi penjelasan ttg perlunya asuransi jiwa itu menyadarkan saya bahwa selama bertahun-tahun ini saya tidak pernah
sekilaspun berpikir serius tentang asuransi. Padahal kita tak pernah tahu kapan maut akan menjemput dan pada situasi bagaimana kita akan meninggalkan keluarga kita. Persepsi saya terhadap asuransi jiwa ini cukup berubah setelah sesi pagi itu selesai.
Sesi siang dimulai setelah makan siang dan istirahat selama 45 menit. Pada sesi siang, materi dibawakan oleh direktur utama FP Consulting Osaka yang merupakan perusahaan pionir di bidang financial advisor di Osaka itu. Sebagai warga yang hidup di negara maju dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi, kebanyakan orang Jepang memang dulunya tidak begitu peduli dengan perencanaan keuangan yang melibatkan porto folio. Selain karena adanya program pensiunan nasional yang cukup untuk dijadikan sandaran di masa tua, kecenderungan deflasi yang terus berlanjut juga boleh dikata turut menyuburkan anggapan masyarakat Jepang bahwa dengan menabung saja sudah cukup untuk menunjang hidup di masa tua, toh nilai uang tidak begitu banyak berubah walaupun disimpan puluhan tahun.
Hal ini ditambah dengan program pemerintah Jepang di tahun 60-an di bawah arahan GHQ (General Head Quarter – Amerika) yang menganjurkan masyarakat untuk menabung, sangat berhasil mempengaruhi rakyat Jepang. Konon jumlah tabungan masyarakat Jepang berjumlah lebih dari 300 milyar yen atau sekitar 30 trilyun rupiah. Dan sekitar 30% dari jumlah itu tersimpan di laci2 rumah karena kalau disimpan di bank akan terkena pajak yg jumlahnya aduhai. Beberapa bulan lalu berita tentang disidangnya seorang nenek karena tidak membayar pajak sempat menjadi buah bibir. Si nenek dikenai pasal ttg mungkir bayar pajak gara2 di dinding2 rumahnya ditemukan tabungan uang tunai yg setelah dihitung berjumlah 6 milyar yen atau setara kurang lebih 600 milyar rupiah! Si nenek konon akhirnya harus rela 60% tabungannya disita oleh negara untuk membayar pajak dan denda pajak yang terhutang selama bertahun-tahun.
Karena alasan2 yg saya sebut di atas, investasi dalam bentuk portofolio bagi orang Jepang adalah hal yg belum terlalu diakrabi. Itulah sebabnya FP Consulting yang berdiri 2001 itu terbilang pionir karena memang sebelumnya belum ada perusahaan yg bergerak di bidang konsultan FP di Osaka, kota pusat perdagangan terbesar di Jepang.
Sesi siang itu lebih menarik karena instrukturnya membawakan materi dengan teknik investment game. Dengan latar belakang ekonomi Jepang selama 40 tahun terakhir, cukup mudah membaca kecenderungan perubahan suku bunga deposito, naik-turunnya saham, dan obligasi pemerintah yang di game itu hanya dibatasi pada dua, obligasi dalam negeri yaitu Jepang sendiri dan obligasi asing yang diwakili oleh Amerika Serikat. Saya yang ikutan di salah satu grup karena pesertanya tidak genap malah diminta oleh yang lain untuk menjadi juru bicara mengemukakan analisa investasi amatiran saya. Untungnya istilah-istilah ekonomi dan perbankan selama masa kuliah belum terlalu kabur jadi masih bisa saya uraikan dengan cukup lancar, walaupun sebelum memberi penjelasan saya sempat mengemukakan keberatan ditunjuk menjadi pembicara karena sayalah yang paling jelek bahasa Jepangnya di grup saya, malah paling jelek di seluruh ruangan itu karena sayalah satu-satunya orang non-Jepang di situ! Semuanya pada ngakak dengan selorohan di awal pembicaraan itu.
Grup saya berhasil mebukukan keuntungan lebih dari 150% dalam jangka 5 tahun berinvestasi. Lumayan juga buat amatiran seperti kami
Seminar itu berakhir jam 5 lewat dan para peserta yang berjumlah 30 orang itu terlihat cukup puas.....(baca sumbernya : http://arifkurniawan.net/2010/02/financial-planning-seminar/)
1 s/d 5 dari total 50
ANAKNEGERI Situs ini dirancang untuk IE versi 7+ atau FF versi 1.8+